by

Cerita ketika masih bersekolah di Manba’ul Khair

Baru saja melihat album foto guru saya ketika saya dulu belajar di MI (Madrasah Ibtidaiyah) dan MTs (Madrasah Tsanawiyah) Manba’ul Khair, jadi ingin menulis artikel tentang saya waktu kecil dulu. MI dan MTs adalah sebutan untuk Sekolah Islam yang berada di bawah Departemen Agama, setara dengan SD dan SMP. Album yang saya lihat dari guru saya memberikan gambaran yang berbeda dengan kehidupan saya yang sekarang, yang saya fikir sangat jauh dari keadaan saya ketika saat masih sekolah disana, saya jadi kangen dengan masa-masa tersebut.

Jadi ingat, dulu saya sempat kecewa dengan orang tua saya mengapa ketika saya SMP, tidak dimasukan ke sekolah favorit, tapi malah dimasukan ke MTs Manba’ul Khair, hahaha…yah maklum waktu itu masih kecil, belum tau mana yang baik dan mana yang buruk, yang penting keinginan bisa terwujud. Sekarang, ketika saya sudah mulai beranjak dewasa, saya sudah bisa mengartikan itu semua, justru setelah saya tahu, saya merasa menjadi salah satu orang paling beruntung sekarang. hehehe…

Banyak sekali cerita ketika saya masih bersekolah disana, saya masih ingat ketika dulu saya dan teman-teman saya di MI saat waktu shalat datang suka berlari kencang ke masjid samping sekolah agar dapat giliran wudhu paling pertama dan mendapatkan shaf paling depan untuk shalat berjamaah bersama guru dan teman-teman saya, saya pun juga masih ingat ketika saya masih kelas 1 atau 2 MI, saya belum tau urutan gerakan shalat, bahkan saya wudhu pun tidak tahu urutannya, yang akhirnya saya mengikuti gerakan teman saya ketika shalat dan berwudhu. Di Manba’ul ketika guru sedang tidak masuk, sering sekali guru lain mengisinya, tapi bukan untuk mengajari mata pelajaran yang kosong, guru tersebut menceritakan tentang kisah-kisah teladan para Nabi, Rasul dan Para Sahabat. Waktu saya di MTs bahkan selalu ada 1 guru yang mengawasi siswa/i dalam berwudhu.

Ketika membaca paragraf diatas, mungkin ada yang mengerutkan dahi, karena ada beberapa kebiasaan yang mungkin tidak ada di Sekolah lain. Sebenarnya masih banyak, tapi saya lupa untuk menjelaskannya satu persatu, yang pasti sekolah di Manba’ul Khair turut ikut membentuk akhlak saya seperti sekarang. Walaupun mungkin telah banyak memudar karena perkembangan zaman :)) tapi saya jadi malu sendiri kalau melihat album foto ketika saya masih sekolah disana dulu. Setidaknya, saya punya modal akidah yang kuat, sebagai filter utama dalam kehidupan ini.

Saya harus mengambil pelajaran, dari seorang anak yang mempunyai akhlak yang baik, penurut dengan orang tua, takut untuk meninggalkan shalat dan mempunyai filter yang cukup kuat dalam setiap perbuatan, ucapan yang akan keluar dari diri saya. Itu semua ada pada diri saya 10-15 tahun yang lalu.

Write a Comment

Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

14 Comments

  1. Kamu yang mana Kus ? kasih lingkaran dong. 😀

  2. yang pake jaket biru ditengah pak…ehehehe, 😀

  3. wahh,, luar biasa betul pak,,, masa2 itu,,, saya juga alumni Mts Manbaul Khair lulus 2001

  4. Alumnus ya??salam knal skrng saya ngajar MTK kls 3-6 dstu ngajar pramuka jga…

  5. waaaa terharu oom kus.. Peluk cium dari abang ken n keindra ????

  6. Kalau angkatan ane ada gak yaa? ane lulus dari Mts thn 1996 . . . Hehehe…

  7. Kalo angkatan ane da ga ya,ane lulusan dr mts thn 94..kngen sama pk mamin ustad khodir dll

  8. Ingat jaman dl…hadir penceramah kondang ustd zainudin mz cramah di sekolahan itu..

  9. Aku anak kelas 9 manbaul khair ka. Kk angkatan 2001 ya. Kenal pak haji luthfi gk?

  10. Aku anak kelas 9 manbaul khair ka. Bulan mei nnt baru lulus. Kk angkatan 2001 ya. Kenal pak haji luthfi gk?